Musashi

M U S A S H I


Pendahuluan.

Di Jepang, Musashi dikenal sebagai Kensei atau Dewa Pedang. Ajarannya Go Rin No Sho dijadikan rujukan setiap perguruan Kendo, menjadi unik di antara seni perang yang berkaitan dengan strategi perang dan metode duel. Go Rin No Sho bukan tesis strategi , tetapi panduan bagi yang ingin mempelajari strategi perang karya Musashi dan sebagai panduan utama. Inilah kemauan terakhir Musashi, falsafah Musashi.

Ketika berusia 28-29 tahun, Musashi menjadi jagoan duel pedang. Ia tidak menetap dan mendirikan perguruan duel, kaya akan sukses, tetapi asyik belajar terus. Bahkan di akhir hayatnya, menolak tawaran Gubernur Hosokawa dan hidup selama 2 tahun sendirian di suatu gua di pegunungan jauh dari keramaian.  Perilaku orang keras kepala dan kejam ini sebenarnya jujur dan sederhana.

Ia menulis studi dan falsafah semua profesi. Adalah bukti bahwa Musashi mumpuni di segala bidang. Ia tidak hanya jagoan pedang, tetapi juga pendeta, pakar strategi, seniman, pengrajin, dan haus ilmu pengetahuan. Musashi menulis berbagai aspek Kendo dengan gamblang sehingga memudahkan pemula untuk mempelajari dari awal, dan pakar Kendo untuk memperdalam ilmu. Pengusaha Jepang menggunakan Go Rin No Sho sebagai panduan praktek bisnis, perang iklan seperti operasi militer yang menggunakan metode serupa. Musashi dikenal galak dan jujur, sehingga pengusaha sukses umumnya memiliki sifat serupa walaupun tanpa disadari.

Studi kehidupan Musashi tetap relevan di jaman ini, sebab mencakup taktik pertempuran abad pertengahan. Inspirasi Musashi dapat disimpulkan sebagai kerja keras dan sederhana.

Kehidupan Miyamoto Musashi

Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin,  atau dikenal sebagai Miyamoto Musashi, lahir di desa Miyamoto, propinsi Mimasaka tahun 1584.Nam No Kami berarti orang bangsawan di daerah setempat. Fujiwara nama keluarga leluhur di Jepang lebih dari ratusan tahun yang lalu. Nenek moyang Musashi adalah turunan keluarga Harima yang kuat di pulau Kyushu, bagian selatan Jepang. Ketika berumur 7 tahun, ayah Musashi, Munisai, meninggal. Ketika ibunya juga turut meninggal, Ben No Suke, nama panggilan Musashi ketika kecil, ikut pamannya dari pihak ibu yang menjadi pendeta. Musashi telah yatim piatu ketika kampanye penyatuan Hideyoshi. Jadi Musashi bagaikan anak samurai ditengah sengketa. Musashi adalah pemuda motorik, berfisik dan berkemauan kuat. Apakah Musashi diminta pamannya mempelajari Kendo atau atas kemauannya sendiri, tidak ada yang tahu. Yang jelas Musashi telah membunuh lelaki dalam sekali duel ketika baru berumur 13 tahun. Musuhnya adalah Arima Kihei, samurai  perguruan  Shinto Ryu jurusan seni militer yang  terampil menggunakan pedang dan tombak. Duel Musashi berikutnya adalah saat berusia 16 tahun, saat mengalahkan Tadashima Akiyama. Saat itu Musashi kabur dan ikut kapal rombongan tentara.

Pada bagian kehidupan ini Musashi terpisah dari masyarakat dan dianggap sebagai pencarian pencerahan dengan falsafah pedang. Terpaku hanya pada ketrampilan pedang, Musashi hidup mengembara di negeri Jepang sambil ditemani udara dingin musim dingin, tidak menyisir rambut, tidak mandi,. Musashi tidak mengikuti profesi sesuai yang dipelajari, tidak beristri, dan selalu membawa senjata. Dengan demikian penampilan Musashi tidak sopan dan hina.

Pada pertempuran Sekigahara, Shogun Ieyasu Tokugawa mengalahkan Shogun Hideyoshi. Musashi tertarik bergabung masuk ke Clan Ashikaga untuk bertempur melawan Shogun Ieyasu. Ia berhasil memenangkan pertempuran yang berlangsung selama 3 hari yang menewaskan ribuan tentara. Musashi berhasil lolos dari pembantaian tentara Shogun Ieyasu Tokugawa.

Ketika berumur 21 tahun, Musashi pergi ke Kyoto dan membuat masalah dengan keluarga Yoshioka. Yoshioka adalah guru pedang di dojo generasi Ashikaga. Musashi berduel dengan 3 Yoshioka, dan memenangkan semuanya.

Yoshioka Seijiro, kepala keluarga Yoshioka, karena malu akhirnya memangkas rambut kepala samurainya.

Musashi mengembara di seluruh Jepang dan menjadi legenda. Oleh karena itu Musashi diabadikan di diary, monumen, dan cerita rakyat dari Tokyo hingga Kyushu. Musashi telah memenangkan 60 kali duel pedang sebelum berusia 29 tahun. Pada tahun 1605, Musashi mengunjungi kuil Hozoin di utara ibukota, dan berduel melawan Oku Hozoin jagoan tombak, murid Nichiren pendeta Zen, Hoin Inei. Namun Musashi dapat mengalahkannya dua kali dengan pedang kayu yang pendek. Musashi kemudian tetap tinggal di kuil guna mempelajari teknik perang dan berdialog dengan pendeta Zen. Sampai kini tradisi perang tombak masih dipraktekkan di biara Hozoin.

Setelah beberapa lama menetap di kuil Hozoin, Musashi melanjutkan pengembaraannya. Dalam pengembaraannya berturut-turut Musashi berduel dengan samurai2 provinsi yang di lewatinya. Di Provinsi Iga, Musashi mengalahkan samurai kondang bernama Shishido Baikin, jagoan sabit dan rantai. Di Edo, Musashi mengalahkan samurai ternama Muso Gonosuke. Dan di propinsi Izumo, Musashi mengalahkan bangsawan Matsudaira, seorang guru dan pakar Kendo terkuat di Izumo.

Duel paling terkenal Musashi adalah di tahun 1612 ketika ia berada di Ogura, propinsi Bunzen. Lawan Musashi adalah Sasaki Kojiro, pemuda yang mendalami tehnik pedang yang dikenal sebagai Tsubame Gaeshi, atau Penghitung Burung layang-layang, di inspirasi oleh gerakan burung layang-layang ketika berkelahi. Duel dilakukan di suatu pulau beberapa mil jauhnya dari Ogura. Ketika perahu Musashi mendekati tempat duel, Kojiro dan pengawalnya telah menunggu kedatangannya. Berambut acak-acakan yang diikat handuk, Musashi bangun mengayunkankayuh kayu panjang dan segera menyusuri ombak menuju ke hadapan musuh. Kojiro menarik pedang panjang, mata pedang yang panjang karya Nagamitsu, Bizen. Kojiro terpancing mengayunkan pedang terlebih dulu dan Musashi menangkis pedang lalu memukulkan dayung ke kepala Kojiro. Ketika jatuh, pedang Kojiro memangkas handuk yang dililitkan di kepala Musashi. Setelah Kojiro jatuh, Musashi mengeluarkan pedang dan menghunjamkannya ke tubuh Kojiro. Duel selesai dengan cepat. Musashi melihat kondisi Kojiro dan membungkuk tanda hormat kepada Kojiro dan muridnya. Sejak saat itu Musashi berhenti menggunakan pedang sungguhan dalam duel. Dia menyepi dan mencari pemahaman sejati menurut falsafah Kendo.

Tahun 1614-1615, Musashi bergabung dengan pasukan Shogun Tokugawa, yang pernah menjadi musuhnya ketika remaja dalam pertempuran Sekigahara. Musashi membantu Shogun Tokugawa mengepung kuil Osaka dimana pengikut keluarga Ashikaga dikumpulkan dalam pemberontakan. Musashi berada dalam pasukan Shogun Tokugawa pada kampanye perang musim dingin dan musim panas.

Sesuai dengan keterangan yang ditulisnya sendiri, Musashi memahami strategi perang ketika berusia 40 – 51 tahun pada tahun 1634. Ia dan anak angkatnya Iori, anak terlantar yang ia temukan di propinsi Dewa ketika mengembara, menetap di Ogura pada tahun itu. Musashi tidak lagi meninggalkan pulau Kyushu. Gubernur baru Bunzen adalah Ogasawara Tadazane. Iori diterima sebagai staf Ogasawara dan sebagai Kapten angkatan bersenjata Tadazane melawan orang kristen pada pemberontakan Shimawara tahun 1638, ketika Musashi berusia 55 tahun. Gubernur provinsi selatan selalu bertentangan dengan Shogun Tokugawa dan bersekongkol dengan kekuatan luar dan umat Kristen di Jepang. Musashi adalah anggota staf lapangan Shogun di daerah Shimawara, dimana umat Kristen ditumpas habis. Sejak peristiwa itu, shogun Tokugawa memblokir pelabuhan Jepang ke berbagai lalu lintas ke luar negeri. Semua pelabuhan ditutup hingga 200 tahun.

Setelah 6 tahun di Ogura, Musashi diundang tinggal dengan Churi, gubernur Hosokawa di kuil Kumamoto, sebagai tamu. Musashi tinggal beberapa tahun dengan gubernur Churi dan meluangkan waktu untuk mengajar dan melukis. Tahun 1643 Musashi pensiun dan menyepi di gua Reigendo. Disanalah dia menuliskan ajaran pedangnya Go Rin No Sho, yang sebenarnya diperuntukkan bagi muridnya Teruro Nobuyuki, selama beberapa minggu sebelum meninggal dengan wajar dan tenang pada tanggal 16 Mei 1645….

About ferrimustika

just simple & ordinary man...
This entry was posted in Musashi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s